https://ojs.stikesmi.ac.id/index.php/jdrs/issue/feedJournal Development of Resource Science2026-05-31T19:08:31+07:00Fera Melindalppmjurnalhs@stikesmi.ac.idOpen Journal Systemshttps://ojs.stikesmi.ac.id/index.php/jdrs/article/view/331Meningkatkan pengetahuan kesiapsiagaan bencana gempa bumi melalui sosialisasi pada remaja2026-05-30T11:02:36+07:00Sri Janatriinireyhan0365@gmail.com<p><strong>Latar Belakang: </strong>Indonesia merupakan wilayah yang rawan terhadap bencana di kawasan Asia Tenggara terkait dengan kondisi geografis, geologis, dan demografis. Oleh karena itu penting bagi seluruh lapisan masyarakat terutama remaja untuk bersiap dalam menghadapi bencana gempa bumi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana gempa bumi pada siswa melalui intervensi sosialisasi yang terstruktur.</p> <p><strong>Metode: </strong>Desain yang digunakan adalah <em>pre-experimental</em> melalui pendekatan <em>one group pre-test post-test design</em>. Populasi adalah seluruh remaja SMPN 3 Surade Sukabumi dengan sampel sebanyak 40 responden yang diambil menggunakan <em>purposive sampling</em>. Instrumen yang digunakan adalah projektor, slide <em>power point</em> dan kuesioner yang teruji valid dan reliabel. Analisis bivariat menggunakan <em>paired sample t-test</em> dengan <em>Hedge’s g</em> sebagai satuan ukuran efek.</p> <p><strong>Hasil: </strong>Nilai rata-rata pengetahuan kesiapsiagaan remaja pada tahap <em>pre-test </em>adalah 2,175 dan meningkat menjadi 7,825 pada tahap <em>post-test</em>. Terdapat pengaruh sosialisasi dalam meningkatkan skor pengetahuan kesiapsiagaan remaja (p <0,001, <em>g</em> = 2,166).</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Kegiatan sosialisasi dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana gempa bumi. Disarankan agar program edukasi kesiapsiagaan bencana gempa bumi diimplementasikan secara berkelanjutan melalui integrasi dalam kurikulum sekolah.</p>2026-05-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Sri Janatrihttps://ojs.stikesmi.ac.id/index.php/jdrs/article/view/330Edukasi gaya hidup sehat untuk mengatasi gangguan siklus menstruasi pada remaja putri2026-05-30T11:00:54+07:00Hana Haryanihanaharyani61@gmail.com<p><strong>Latar Belakang: </strong>Salah satu perubahan fisik pada remaja putri ialah menstruasi, namun diketahui bahwa sebagian besar remaja mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur sehingga perlu diadakan edukasi untuk mencegah hal ini. Pengabdian bertujuan untuk mengevaluasi hasil edukasi gaya hidup sehat untuk mengatasi gangguan siklus menstruasi pada remaja putri.</p> <p><strong>Metode: </strong>Desain menggunakan <em>pre-experimental</em> melalui pendekatan <em>one group pre-test post-test design</em>. Populasi seluruh remaja putri di salah satu SMK Kota Sukabumi dengan sampel 45 responden menggunakan <em>purposive sampling</em>. Instrumen meliputi projektor, slide <em>power point</em> dan kuesioner yang teruji valid dan reliabel. Analisis bivariat menggunakan <em>paired sample t-test</em> dengan <em>Hedge’s g</em> sebagai satuan ukuran efek.</p> <p><strong>Hasil: </strong>Nilai rata-rata pengetahuan remaja pada tahap <em>pre-test </em>adalah 4,711 dan meningkat menjadi 8,488 pada tahap <em>post-test</em>. Terdapat pengaruh edukasi dalam meningkatkan skor pengetahuan remaja (p < 0,001, <em>g</em> = 0,747).</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Edukasi gaya hidup sehat terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan peserta mengenai kesehatan reproduksi dan gangguan siklus menstruasi. Diharapkan tenaga kesehatan dapat mengembangkan program kesehatan berkelanjutan, seperti konseling atau klinik kesehatan remaja.</p>2026-05-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Hana Haryanihttps://ojs.stikesmi.ac.id/index.php/jdrs/article/view/329Peningkatan pengetahuan dan self-efficacy serta pengelolaan kecemasan melalui edukasi sebagai sikap dalam menghadapi dismenorea2026-05-29T18:24:11+07:00Ai Ana Rodianaaianarodiana2@gmail.com<p><strong>Latar Belakang: </strong>Remaja putri sering mengalami dismenorea. Kondisi ini memengaruhi penanganannya yang dipengaruhi pengetahuan, <em>self-efficacy</em>, dan kecemasan. Tujuan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan <em>self-efficacy</em> serta pengelolaan kecemasan melalui edukasi sebagai sikap menghadapi dismenorea.</p> <p><strong>Metode: </strong>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dalam bentuk nonformal dengan melakukan edukasi. Kegiatan ini dilaksanakan selama sehari di SMKS PGRI 1 Kota Sukabumi. Sasaran adalah remaja SMKS PGRI 1 Kota Sukabumi sebanyak 45 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan <em>paired sample t-test </em>dengan <em>effect size Hedge’s g</em>.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Terdapat peningkatan rata-rata pengetahuan 5,33 menjadi 7,71, resiliensi 6,13 menjadi 7,80, serta penurunan kecemasan 7,60 menjadi 5,44. Terdapat pengaruh edukasi terhadap peningkatan pengetahuan dan <em>self-efficacy</em> serta penurunan kecemasan dalam menghadapi dismenorea dengan efek besar (p < 0,001, <em>g</em> = > 0,80).</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Edukasi berdampak signifikan terhadap peningkatan pengetahuan, <em>self-efficacy</em>, serta penurunan kecemasan penanganan dismenorea. Diharapkan sekolah mengimplementasikan edukasi berkelanjutan, konseling, dan integrasi pembelajaran tentang kesehatan reproduksi.</p>2026-05-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ai Ana Rodianahttps://ojs.stikesmi.ac.id/index.php/jdrs/article/view/328Sosialisasi kesiapsiagaan bencana tsunami untuk meningkatkan self-efficacy dan resiliensi pada remaja2026-05-29T18:08:50+07:00Femy Melia Rahmawatifemymeliarahmawati@gmail.com<p><strong>Latar Belakang: </strong>Indonesia merupakan negara rawan bencana tsunami akibat letak geografisnya, dengan dampak kerugian yang besar. Kesiapsiagaan remaja masih tergolong rendah dalam menghadapi bencana. Peningkatan kesiapsiagaan dapat dilakukan melalui penguatan <em>self-efficacy</em> dan resiliensi. Tujuan dilaksanakan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan <em>self-efficacy</em> dan resiliensi dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana tsunami pada remaja melalui sosialisasi.</p> <p><strong>Metode:</strong> Bentuk pengabdian kepada masyarakat yaitu sosialisasi. Kegiatan dilaksanakan sehari di SMPN 3 Surade Kabupaten Sukabumi. Sasaran ialah 40 remaja SMPN 3 Surade Kabupaten Sukabumi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan <em>paired sample t-test </em>dengan <em>effect size Hedge’s g</em>.</p> <p><strong>Hasil: </strong>Terdapat peningkatan nilai rata-rata <em>self-efficacy</em> dari 38,98 menjadi 45,05, serta nilai rata-rata resiliensi dari 45,27 menjadi 53,42. Terdapat pengaruh sosialisasi terhadap peningkatan <em>self-efficacy</em> dan resiliensi dalam kesiapsiagaan dengan efek besar (p < 0,001, <em>g</em> = > 0,80).</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Sosialisasi memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan <em>self-efficacy</em> dan resiliensi dalam kesiapsiagaan bencana. Diharapkan sekolah dapat meningkatkan <em>self-efficacy</em>, resiliensi, dan kesiapsiagaan melalui edukasi, simulasi, serta integrasi materi kebencanaan.</p>2026-05-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Femy Melia Rahmawatihttps://ojs.stikesmi.ac.id/index.php/jdrs/article/view/327Peningkatan dukungan sosial dalam kesiapsiagaan remaja menghadapi bencana gempa bumi melalui sosialisasi dan edukasi2026-05-30T10:55:46+07:00Yohan Frans Unmehopaunmehopayohanfrans@gmail.com<p><strong>Latar Belakang: </strong>Gempa bumi menjadi perhatian serius karena sulit diprediksi, sementara rendahnya kesiapsiagaan masyarakat berkontribusi terhadap tingginya jumlah korban jiwa. Tujuan dilaksanakan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan dukungan sosial dalam kesiapsiagaan bencana gempa pada remaja di SMK Mutiara Terpadu Kabupaten Sukabumi.</p> <p><strong>Metode: </strong>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan secara nonformal melalui pemberian edukasi. Kegiatan ini berlangsung selama sehari di SMK Mutiara Terpadu Kabupaten Sukabumi dengan sasaran 49 siswa. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dukungan sosial yang mengacu pada skala <em>guttman</em>. Analisis data menggunakan uji statistik <em>paired sample t-test</em> dengan <em>effect size Hedge’s g</em>.</p> <p><strong>Hasil: </strong>Terdapat perbedaan rata-rata skor <em>pretest</em> (4,51 ± 0,893) dan <em>posttest</em> (8,35 ± 0,948) pada dukungan sosial. Penghitungan <em>Hedge’s g</em> pada variabel dukungan sosial menunjukkan nilai sebesar 4,169 yang berarti terdapat efek besar edukasi peningkatan dukungan sosial dalam kesiapsiagaan bencana gempa bumi pada remaja.</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Pendidikan tentang dukungan sosial secara efektif meningkatkan kesiapan remaja dalam menghadapi gempa bumi. Diharapkan remaja memanfaatkan dukungan sosial melalui kegiatan berbagi informasi, edukasi, dan simulasi kebencanaan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi.</p>2026-05-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Yohan Frans Unmehopahttps://ojs.stikesmi.ac.id/index.php/jdrs/article/view/326Peningkatan kohesi sosial dalam kesiapsiagaan bencana gempa bumi pada remaja melalui edukasi dan sosialisasi2026-05-30T10:52:58+07:00Iwan Permanapermanaiwan863@gmail.com<p><strong>Latar Belakang: </strong>Bencana yang terus berulang menimbulkan dampak besar bagi kehidupan manusia, sehingga kesiapsiagaan remaja, yang salah satunya dipengaruhi oleh kohesi sosial, menjadi sangat penting dalam menghadapi gempa bumi. Tujuan dilaksanakan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan kohesi sosial dalam kesiapsiagaan bencana gempa pada remaja melalui edukasi dan sosialisasi di SMK Mutiara Terpadu Kabupaten Sukabumi.</p> <p><strong>Metode: </strong>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan secara nonformal dengan pemberian edukasi. Kegiatan ini dilaksanakan selama sehari di SMK Mutiara Terpadu Kabupaten Sukabumi dengan sasaran 49 orang. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner kohesi sosial yang mengacu pada skala <em>guttman</em>. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik <em>paired sample t-test </em>dengan <em>effect size Hedge’s g</em>.</p> <p><strong>Hasil: </strong>Terdapat perbedaan rata-rata skor <em>pretest</em> (3,84 ± 1,49) dan <em>posttest</em> (6,94 ± 2,22) pada variabel kohesi sosial. Hasil penghitungan <em>Hedge’s g</em> menunjukkan nilai sebesar 1,638 yang menunjukkan bahwa terdapat efek besar edukasi peningkatan kohesi sosial dalam kesiapsiagaan bencana gempa pada remaja.</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Pendidikan tentang kohesi sosial terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapan remaja dalam menghadapi gempa bumi. Pihak sekolah perlu melaksanakan edukasi kebencanaan dan simulasi gempa secara rutin untuk memperkuat kohesi sosial dan kesiapsiagaan remaja.</p>2026-05-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Iwan Permana