https://ojs.stikesmi.ac.id/index.php/jhs/issue/feed Jurnal Health Society 2025-10-31T20:48:00+07:00 Johan Budhiana lppmjurnalhs@stikesmi.ac.id Open Journal Systems <p data-sourcepos="1:1-1:325"><strong>Jurnal Health Society</strong> (E-ISSN: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1440226035" target="_blank" rel="noopener">2988-7062</a>, P-ISSN: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1440226035" target="_blank" rel="noopener">2252-3642</a>) is a health research journal published by LPPM STIKES Sukabumi twice a year, in April and October. This journal specifically publishes articles with a primary focus on the health sector.</p> <p data-sourcepos="3:1-3:475">The scope of topics covered by the Health Society Journal includes Nursing, Midwifery, Pharmacy, Medicine, Public Health, Health Administration, Environmental Health, and Health Law. To ensure the quality and objectivity of its publications, the journal employs a double-blind review system, where the identities of both authors and reviewers are concealed from each other. Consequently, all articles submitted to this journal are expected to adhere to the provided template.</p> https://ojs.stikesmi.ac.id/index.php/jhs/article/view/253 Determinan kejadian anemia pada ibu hamil 2025-10-17T11:16:04+07:00 Muthia Kumala muthiakumala5@gmail.com <p><strong>Pendahuluan: </strong>Anemia pada ibu hamil terutama disebabkan kurangnya asupan zat besi, asam folat, dan vitamin B12. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan, pengetahuan, asupan makanan, sikap, dukungan keluarga, dan akses layanan kesehatan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Ciracas.</p> <p><strong>Metode:</strong> Jenis penelitian menggunakan kuantitatif analitik dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Populasi seluruh ibu hamil yang berkunjung ke Puskesmas Ciracas dengan sampel sebanyak 154 responden menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pemeriksaan hemoglobin (Hb). Analisis data menggunakan <em>chi square</em>.</p> <p><strong>Hasil: </strong>Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pendidikan SMA, pengetahuan tinggi, asupan makanan baik, sikap positif, dukungan keluarga tinggi, memiliki akses layanan kesehatan dan tidak mengalami kejadian anemia. Sedangkan analisis bivariat meliputi adanya hubungan yang signifikan antara kejadian anemia dengan pengetahuan, asupan makanan, sikap, dan dukungan keluarga, dengan nilai <em>p-value</em> &lt; 0.001 untuk semua variabel tersebut. Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan (<em>p-value</em> = 0.088) dan akses layanan kesehatan (<em>p-value</em> = 0.324) dengan kejadian anemia.</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Pengetahuan, asupan makanan, sikap, dan dukungan keluarga menjadi determinan kuat terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Ciracas. Disarankan bagi Puskesmas Ciracas untuk memperkuat program edukasi yang berfokus pada nutrisi dan sikap ibu hamil.</p> 2025-11-01T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Muthia Kumala https://ojs.stikesmi.ac.id/index.php/jhs/article/view/245 Hubungan pola makan dan personal hygiene dengan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas 2025-10-17T11:13:28+07:00 Cucu Nina cucunina258@gmail.com Fathia Rizki fathia_rizki01@gmail.com Fitri Puspita Sari sari_fitrip243@gmail.com <p><strong>Latar Belakang:</strong> Luka perineum merupakan kondisi yang dapat menyebabkan perdarahan pada ibu <em>postpartum</em> dan memerlukan waktu penyembuhan cukup lama. Proses penyembuhannya dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama pola makan dan <em>personal hygiene</em>. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola makan dan <em>personal hygiene</em> dengan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di PMB Elis Susilawati Cidahu Kabupaten Sukabumi.</p> <p><strong>Metode:</strong> Jenis penelitian analitik dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Populasi adalah seluruh ibu nifas hari ke-7 yang bersalin pada bulan Januari – Februari di PMB Elis Susilawati Cidahu Kabupaten Sukabumi dengan sampel sebanyak 30 orang menggunakan teknik <em>accidental sampling</em>. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar <em>checklist </em>skala REED kemudian dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji <em>exact fisher</em><em>.</em></p> <p><strong>Hasil: </strong>Sebagian besar responden memiliki pola makan yang baik yaitu 23 orang (76,7%), melakukan <em>personal hygiene</em> dengan baik yaitu 22 orang (73,3%), dan mengalami penyembuhan luka perineum yang baik yaitu 25 orang (83,3%). Terdapat hubungan pola makan dan <em>personal hygiene</em> dengan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas dengan p-<em>value</em> 0,000 (&lt;0,05).</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Terdapat hubungan pola makan dan <em>personal hygiene</em> dengan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di PMB Elis Susilawati Cidahu Kabupaten Sukabumi. Diharapkan bidan dapat meningkatkan pemberian penyuluhan tentang pola makan dan <em>personal hygiene.</em></p> 2025-11-01T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Cucu Nina https://ojs.stikesmi.ac.id/index.php/jhs/article/view/241 Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru 2025-10-17T11:19:11+07:00 Yoyok Latifah yoyoklatifah83@gmail.com <p><strong>Latar Belakang:</strong> Pasien tuberkulosis paru sering menghadapi tantangan dalam mempertahankan kepatuhan minum obat selama pengobatan yang berlangsung lama. Kehadiran dukungan keluarga dapat menjadi faktor yang mendorong pasien untuk tetap patuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru di Desa Cipendawa Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pacet Kabupaten Cianjur.</p> <p><strong>Metode:</strong> Jenis penelitian korelasional dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Populasi adalah seluruh pasien TB paru di Desa Cipendawa Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pacet Kabupaten Cianjur dengan sampel sebanyak 48 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total<em> sampling</em>. Instrumen penelitian adalah <em>Perceived Social Support</em>-<em>Family</em> (PSS-Fa) untuk variabel dukungan keluarga. Analisis data yang digunakan adalah uji <em>chi-square</em><em>.</em></p> <p><strong>Hasil: </strong>Sebagian besar responden menerima dukungan dari keluarganya yaitu 29 orang (60,4%) dan sebagian besar responden tidak patuh minum obat yaitu 26 orang (54,2%).Terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru dengan p-value 0,005 (&lt;0,05).</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru di Desa Cipendawa Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pacet Kabupaten Cianjur. Perawat diharapkan dapat membimbing keluarga pasien agar menjadi Pengawas Minum Obat (PMO) yang efektif.</p> 2025-11-01T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Yoyok Latifah https://ojs.stikesmi.ac.id/index.php/jhs/article/view/236 Hubungan gaya hidup dengan kejadian hipertensi pada lansia 2025-10-17T11:21:19+07:00 Lia Iskani liaiskani85@gmail.com <p><strong>Pendahuluan:</strong> Hipertensi sering menjadi masalah kesehatan yang umum dialami lansia. Gaya hidup memiliki peran penting terhadap kesehatan lansia. Pola hidup yang kurang sehat dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi pada lansia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan gaya hidup dengan kejadian hipertensi pada lansia di Desa Bojong Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Karangtengah Kabupaten Cianjur.</p> <p><strong>Metode:</strong> Jenis penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh lansia di Desa Bojong Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Karangtengah Kabupaten Cianjur dengan sampel sebanyak 347 orang. Pengambilan sampel menggunakan <em>cluster random sampling</em>. Instrumen penelitian adalah <em>Individual Lifestyle Profile (ILP) Scale </em>untuk variabel gaya hidup dan variabel kejadian hipertensi diukur menggunakan sphygmomanometer. Analisis data yang digunakan adalah uji <em>chi-square</em><em>.</em></p> <p><strong>Hasil: </strong>Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki gaya hidup tidak baik yaitu sebanyak 210 orang (60,5%) dan tidak mengalami hipertensi yaitu sebanyak 201 orang (57,9%). Terdapat hubungan gaya hidup dengan kejadian hipertensi pada lansia dengan p-<em>value</em> 0,001 (&lt;0,05).</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Terdapat hubungan gaya hidup dengan kejadian hipertensi pada lansia. Diharapkan pihak puskesmas dapat terus berkontribusi mengingatkan lansia untuk terus menjaga gaya hidup mereka.</p> 2025-11-01T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Lia Iskani https://ojs.stikesmi.ac.id/index.php/jhs/article/view/255 Pengaruh kombinasi terapi gel dingin dan rebusan kayu manis terhadap penurunan nyeri pada luka perineum 2025-10-30T15:46:26+07:00 Bunga Puspita bungapuspita038@gmail.com Fitri Nurhayati fitrinurhayati@gmail.com Nanik Cahyati nanikcahyati@gmail.com <p><strong>Latar Belakang: </strong>Nyeri perineum pada ibu nifas sering terjadi karena robekan dan jahitan saat melahirkan. Kondisi ini menyebabkan rasa tidak nyaman hingga dispareunia. Salah satu metode nonfarmakologis yang dapat mengurangi nyeri tersebut adalah kompres dingin dan rebusan kayu manis.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi terapi kompres dingin dan rebusan kayu manis terhadap pengurangan nyeri pada luka perineum 8 jam pada ibu nifas.</p> <p><strong>Metode: </strong>Jenis penelitian ini menggunakan pre-eksperimental dengan rancangan pretest post test one grup dengan sampel 16 orang ibu nifas 8 jam,teknik pengambilan sampel menggunakan Consecutive sampling.</p> <p><strong>Hasil: </strong>Hasil analisis statistik menunjukan bahwa sebelum diberikan intervensi kombinasi bahwa sebagian besar responden mengalami nyeri berat sebanyak 13 orang (81,2%) dan sesudah diberikan intervensi kombinasi didapatkan sebagian besar responden mengalami nyeri sedang sebanyak 11 orang (68,8%). Terdapat pengaruh kombinasi terapi kompres gel dingin dan rebusan kayu manis terhadap pengurangan nyeri pada luka perineum 8 jam dengan P-Value 0.000 (p &lt; 0.005).</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh kombinasi terapi kompres gel dingin dan rebusan kayu manis terhadap pengurangan nyeri pada luka perineum 8 jam</p> 2025-11-01T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Bunga Puspita https://ojs.stikesmi.ac.id/index.php/jhs/article/view/239 Hubungan komunikasi efektif dengan pelaksanaan handover 2025-10-31T15:46:07+07:00 Saepul Anwar saepulaaan144@gmail.com Lilis Suryani lilis_suryani01@gmail.com Rosmaitaliza Rosmaitaliza rosmaitaliza27@gmail.com <p><strong>Latar Belakang: </strong>Bentuk upaya untuk menjaga keamanan pasien di rumah sakit adalah melakukan komunikasi yang baik antar perawat. Peningkatan komunikasi ini termasuk menjamin keselamatan pasien dan mencegah kesalahan informasi saat <em>handover</em>. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan komunikasi efektif dengan pelaksanaan <em>handover</em> di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Islam Karawang Tahun 2024.</p> <p><strong>Metode: </strong>Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Populasi sebanyak 74 orang dengan sampel penelitian terdiri dari 74 orang menggunakan teknik pengambilan <em>total sampling</em>. Intrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan uji <em>Chi Square</em>.</p> <p><strong>Hasil: </strong>Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki komunikasi yang baik yaitu sebanyak 38 orang (51,4%) dan sebagian besar memiliki pelaksanaan <em>handover</em> yang baik sebanyak 38 orang (51,4%). Komunikasi efektif dengan pelaksanaan <em>handover</em> didapatkan nilai p = 0,000 &lt; ɑ (0,05) artinya terdapat hubungan antara komunikasi efektif dengan pelaksanaan <em>handover</em> di ruang rawat inap Rumah Sakit Islam Karawang Tahun 2024.</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Terdapat hubungan antara komunikasi efektif dengan pelaksanaan <em>handover</em> di ruang rawat inap Rumah Sakit Islam Karawang Tahun 2024.</p> 2025-11-01T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Saepul Anwar https://ojs.stikesmi.ac.id/index.php/jhs/article/view/242 Efektivitas pendidikan kesehatan menggunakan permainan monopoli terhadap pengetahuan remaja tentang pendewasaan usia perkawinan 2025-10-30T10:11:38+07:00 Hafsah Qurotun Aini qurotunhafsah@gmail.com <p><strong>Pendahuluan</strong>: Pernikahan pada usia muda tetap menjadi tantangan besar di Indonesia karena membawa dampak buruk bagi kesehatan ibu dan anak serta menurunkan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, pendidikan tentang pendewasaan usia perkawinan (PUP) sangat diperlukan untuk meningkatkan kesadaran di kalangan remaja. Penggunaan media interaktif, seperti permainan monopoli, terbukti efektif dalam menyampaikan pesan kesehatan dengan cara yang menarik dan senang dimengerti. Tujuan riset ini untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan menggunakan permainan monopoli terhadap pengetahuan remaja tentang pendewasaan usia perkawinan.</p> <p><strong>Metode</strong>: Penelitian ini menggunakan desain <em>Pre-eksperimental</em> dengan pendekatan <em>one group pretestt-postest. </em>Sampel diambil secara <em>cluster random sampling </em>sebanyak 32 responden. Analisis statistic menggunakan <em>Paired T-Test</em><em>.</em></p> <p><strong>Hasil: </strong>Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rata-rata pengetahuan <em>pre-test</em> adalah sebesar 29,12 (±3,066). Adapun nilai rata-rata pengetahuan <em>post-test</em> adalah sebesar 41,16 (±4,274). Pendidikan kesehatan menggunakan permainan monopoli terhadap pengetahuan remaja tentang pendewasaan usia perkawinan efektif (p = 0,000).</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Pendidikan kesehatan menggunakan permainan monopoli terhadap pengetahuan remaja tentang pendewasaan usia perkawinan di SMPN Satu Atap Terapu 1 Linggarsari Kabupaten Purwakarta Tahun 2025 efektif.</p> 2025-11-01T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Hafsah Qurotun Aini https://ojs.stikesmi.ac.id/index.php/jhs/article/view/248 Deteksi dini miopia pada anak usia sekolah dasar berbasis program “myopia detective” 2025-10-31T20:48:00+07:00 Cecep Heriana cecepher36@gmail.com Itmam Milataka itmam287@gmail.com Rossi Suparman rossi_105@gmail.com <p><strong>Latar Belakang: </strong>Di Indonesia, prevalensi kesalahan refraksi dengan miopia menempati peringkat pertama dalam penyakit mata, mencakup 25% populasi atau sekitar 55 juta orang. Tujuan program “<em>Myopia Detective</em>” yang dilaksanakan diharapkan dapat mengurangi tingkat miopia pada usia pertumbuhan anak-anak.</p> <p><strong>Metode: </strong>Metode yang digunakan adalah pengamatan langsung terhadap siswa menggunakan alat Snellen Chart dan Trial Lens, dan dievaluasi menggunakan <em>logic model</em>, yaitu model sistematis untuk menggambarkan perubahan yang terjadi, serta menggambarkan hubungan logis antara setiap komponen, biasanya ditandai dengan hubungan kausal (penyebab-akibat).</p> <p><strong>Hasil: </strong>Hasil skrining ketajaman penglihatan menunjukkan bahwa 31 siswa (77,5%) memiliki penglihatan normal 6/6, ketajaman penglihatan dengan kesalahan ringan sebanyak 7 siswa (17,5%), dan kesalahan sedang sebanyak 2 siswa (5%). Dari hasil skrining miopia, ditemukan bahwa 7 siswa (77,70%) memiliki miopia ringan dan 2 siswa (23%) memiliki miopia sedang.</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>“<em>Myopia Detective</em>” berperan penting dalam tindakan mendeteksi dini kejadian miopia pada anak. Diharapkan tes skrining “<em>Myopia Detective</em>” dapat diterapkan oleh berbagai pelayanan kesehatan dan instansi pendidikan</p> 2025-11-01T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Cecep Heriana https://ojs.stikesmi.ac.id/index.php/jhs/article/view/233 Hubungan caring dengan kesiapsiagaan perawat dalam menangani pasien bencana alam 2025-10-14T09:42:26+07:00 Hamdan Maulana hamdanmaulana150825@gmail.com <p>Pendahuluan: Kesiapsiagaan bencana penting dimiliki <em>stakeholder</em> utama, yaitu perawat sebagai subjek yang terlibat langsung ketika bencana terjadi. Salah satu aspek yang dapat meningkatkan kesiapsiagaan adalah perilaku <em>caring</em> perawat. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan <em>caring </em>dengan kesiapsiagaan perawat dalam menangani pasien bencana alam.</p> <p>Metode: Jenis penelitian korelasional dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Populasi adalah seluruh perawat pelaksana di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sayang Cianjur dengan sampel 48 orang. Pengambilan sampel menggunakan <em>total sampling</em>. Instrumen penelitian adalah <em>Caring Behavior Assesment </em>(CBA) dan skala <em>guttman</em>. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan analisis statistik menggunakan Chi-Square (ꭓ2 ).</p> <p>Hasil: Sebagian besar responden memiliki kesiapsiagaan siap sebanyak 37 orang (77,1%) dan perilaku <em>caring</em> baik sebanyak 32 orang (66,7%). Terdapat hubungan <em>caring</em> dengan kesiapsiagaan perawat dalam menangani pasien bencana alam di IGD dengan nilai <em>p-value</em> 0,021 (p&lt;0,05).</p> <p>Simpulan: Terdapat hubungan <em>caring</em> dengan kesiapsiagaan perawat dalam menangani pasien bencana alam di IGD. Diharapkan untuk meningkatkan <em>caring</em> perawat dalam meningkatkan kesiapsiagaan melalui pelatihan <em>har</em><em>d and soft skill</em>, sehingga perawat memiliki kompetensi secara profesional.</p> 2025-11-01T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Hamdan Maulana https://ojs.stikesmi.ac.id/index.php/jhs/article/view/235 Hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan pasien pra operasi 2025-10-31T15:06:55+07:00 Herlina Alis Andriani herlinaalis965@gmail.com <p>Pendahuluan: Persiapan pra operasi dimulai saat pasien masuk ke ruang rawat hingga dipindahkan ke ruang operasi. Keputusan menjalani operasi dapat memicu kecemasan. Kecemasan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu dukungan keluarga. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan pasien pra operasi.</p> <p>Metode: Jenis penelitian korelasional pendekatan <em>cross sectional</em>. Populasi adalah rata-rata jumlah kunjungan pasien selama 6 minggu terakhir sebelum pengambilan data dengan sampel sebanyak 60 orang. Pengambilan sampel menggunakan <em>accidental sampling</em>. Instrumen penelitian adalah<em> Perceived Social Support Questionnaire Family </em>(PSS-Fa) dan <em>Amsterdam Preoperatie Anxiety and Information Scale</em> (APAIS). Pengambilan data menggunakan kuesioner dan analisis statistik menggunakan <em>The Yates Continuity Correction</em>.</p> <p>Hasil: Sebagian besar responden menerima dukungan keluarga baik sebanyak 43 orang (71,7%) dan mengalami kecemasan sedang sebanyak 36 orang (60,0%). Terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan pasien pra operasi dengan nilai <em>p-value</em> 0,002 (p&lt;0,05).</p> <p>Simpulan: Terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan pasien pra operasi. Diharapkan untuk mengembangkan edukasi dan pendampingan keluarga untuk meningkatkan peran serta dukungan keluarga, sehingga kecemasan pasien pra operasi dapat diminimalkan.</p> 2025-11-01T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Herlina Alis Andriani https://ojs.stikesmi.ac.id/index.php/jhs/article/view/261 Hubungan gaya kepemimpinan transformasional dengan kepuasan kerja 2025-10-31T15:44:40+07:00 Muhamad Ramdan muhamadramdan0031@gmail.com Lilis Suryani lilis_suryani01@gmail.com Giri Widagdo giri_widagdo10@gmail.com <p>Pendahuluan: Tantangan kesehatan global menuntut kepemimpinan yang mampu menjaga mutu layanan. Kepemimpinan transformasional penting diterapkan karena dapat meningkatkan kepuasan kerja perawat melalui motivasi dan perhatian individu. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan gaya kepemimpinan transformasional dengan kepuasan kerja.</p> <p>Metode: Jenis penelitian korelasional dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Populasi adalah seluruh perawat pelaksana di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Islam Karawang dengan sampel sebanyak 70 orang. Pengambilan sampel menggunakan <em>total sampling</em>. Instrumen penelitian adalah <em>Multifactor Leadership Questionnaire</em> (MLQ) dan <em>Job Satisfaction</em> yang telah valid dan reliabel. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan analisis statistik menggunakan <em>Chi Square</em>.</p> <p>Hasil: Sebagian besar responden menilai gaya kepemimpinan transformasional efektif sebanyak 36 orang (51,5%) dan merasa tidak puas bekerja sebanyak 38 orang (54,3%). Terdapat hubungan gaya kepemimpinan transformasional dengan kepuasan kerja dengan nilai <em>p-value</em> 0,001 (p&lt;0,05).</p> <p>Simpulan: Terdapat hubungan gaya kepemimpinan transformasional dengan kepuasan kerja. Kepala ruangan diharapkan meningkatkan perannya sebagai pemimpin transformasional dengan memberi teladan, motivasi, stimulasi intelektual, dan perhatian individual.</p> 2025-11-01T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Muhamad Ramdan