Jurnal Health Society https://ojs.stikesmi.ac.id/index.php/jhs <p data-sourcepos="1:1-1:325"><strong>Jurnal Health Society</strong> (E-ISSN: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1440226035" target="_blank" rel="noopener">2988-7062</a>, P-ISSN: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1440226035" target="_blank" rel="noopener">2252-3642</a>) is a health research journal published by LPPM STIKES Sukabumi twice a year, in April and October. This journal specifically publishes articles with a primary focus on the health sector.</p> <p data-sourcepos="3:1-3:475">The scope of topics covered by the Health Society Journal includes Nursing, Midwifery, Pharmacy, Medicine, Public Health, Health Administration, Environmental Health, and Health Law. To ensure the quality and objectivity of its publications, the journal employs a double-blind review system, where the identities of both authors and reviewers are concealed from each other. Consequently, all articles submitted to this journal are expected to adhere to the provided template.</p> Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sukabumi en-US Jurnal Health Society 2252-3642 <p align="justify"><strong><em><span lang="IN">Jurnal Health Society</span></em></strong> published under the terms of a <a href="http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/" target="_blank" rel="license noopener">Creative Commons Attribution 4.0 International License</a> / <strong>CC BY 4.0</strong> This license permits anyone to copy and redistribute this material in any form or format, compose, modify, and make derivative works of this material for any purpose, including commercial purposes, so long as they include credit to the Author of the original work.</p> <p><a href="https://ojs.stikesmi.ac.id/index.php/jhs/" rel="cc:attributionURL">Jurnal Health Society</a> by <a href="https://ojs.stikesmi.ac.id/index.php/jhs/about" rel="cc:attributionURL dct:creator">STIKes Sukabumi</a> is licensed under <a style="display: inline-block;" href="https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/?ref=chooser-v1" target="_blank" rel="license noopener noreferrer">Creative Commons Attribution 4.0 International<img style="height: 22px!important; margin-left: 3px; vertical-align: text-bottom;" src="https://ojs.stikesmi.ac.id/public/site/images/admin/CC.png" alt="" /></a></p> Pengaruh kombinasi terapi handgrip ball dan latihan range of motion terhadap kemampuan fungsional pasien pascastroke https://ojs.stikesmi.ac.id/index.php/jhs/article/view/243 <p><strong>Latar Belakang: </strong>Stroke merupakan salah satu penyebab utama kecacatan yang berdampak pada penurunan kemampuan fungsional. Pendekatan nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan fungsional adalah kombinasi antara terapi <em>handgrip ball</em> dan latihan <em>Range of Motion</em> (ROM). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kombinasi terapi <em>handgrip ball</em> dan Latihan ROM terhadap kemampuan fungsional pasien pascastroke.</p> <p><strong>Metode:</strong> Penelitian kuantitatif dengan desain <em>quasi-experiment</em> berupa <em>one group pre-test and post-test design</em>. Sampel pada penelitian ini yaitu penderita pascastroke yang berjumlah 22 responden menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Intervensi diberikan selama tujuh hari kepada satu kelompok pasien yang menjalani kontrol di Poli Saraf RSUD dr. Soekardjo. Kemampuan fungsional diukur sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji<em> Paired Sample T-Test</em><em>.</em></p> <p><strong>Hasil:</strong> Nilai <em>mean</em> kemampuan fungsional pengukuran pre-test diperoleh skor sebesar 72,05 dengan standar deviasi sebesar 7,345. Adapun nilai <em>mean </em>kemampuan fungsional pengukuran <em>post-test </em>diperoleh skor sebesar 84,09 dengan standar deviasi sebesar 8,679. Uji statistik menunjukkan nilai p = 0.000 (p &lt; 0.05) menandakan adanya pengaruh signifikan.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Kombinasi terapi <em>handgrip ball</em> dan latihan ROM terbukti secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan fungsional pasien pascastroke, dan dapat direkomendasikan sebagai bagian dari program rehabilitasi fisik.</p> Ervan Prananda Saputra Yanti Cahyati Dewi Aryanti Copyright (c) 2026 Ervan Prananda Saputra, Yanti Cahyati, Dewi Aryanti https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-04-27 2026-04-27 15 1 1 8 10.62094/jhs.v15i1.243 ASI eksklusif dan kejadian stunting pada balita: literature review https://ojs.stikesmi.ac.id/index.php/jhs/article/view/246 <p class="7KataKunci" style="margin-top: 0cm;"><strong>Latar Belakang: </strong>Indonesia menempati peringkat ketiga di Asia Tenggara dalam hal prevalensi stunting, prevalensi sebesar 30,8%. Stunting adalah kondisi anak di bawah usia lima tahun tidak dapat tumbuh dengan baik akibat kekurangan gizi yang berkepanjangan dengan tinggi badan yang rendah, yaitu kurang dari standar WHO di mana skor Z kurang dari -2SD. ASI eksklusif adalah kondisi di mana bayi mendapatkan ASI langsung dari ibu kandungnya, tanpa cairan atau makanan lain. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara menyusui dan tingkat stunting pada balita.</p> <p class="7KataKunci" style="margin-top: 0cm;"><strong>Metode: </strong>Metode penelitian ini menggunakan tinjauan literatur dengan sumber artikel dari Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan MDPI pada periode 2018–2025. Proses pencarian dan seleksi artikel mengacu pada pedoman <em>Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses</em> (PRISMA), sehingga diperoleh 10 artikel yang layak dianalisis.</p> <p class="7KataKunci" style="margin-top: 0cm;"><strong>Hasil: </strong>Berdasarkan sintesis dari 10 artikel yang dianalisis dalam kajian literatur, ditemukan konsistensi hasil bahwa pemberian ASI eksklusif memiliki hubungan yang bermakna dengan penurunan kejadian stunting pada balita. Sebagian besar studi menunjukkan bahwa anak yang tidak mendapatkan ASI eksklusif memiliki risiko lebih tinggi mengalami stunting dibandingkan dengan anak yang mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan.</p> <p class="7KataKunci" style="margin-top: 0cm;"><strong>Kesimpulan: </strong>Terdapat hubungan antara menyusui eksklusif dan frekuensi stunting pada balita.</p> Triya Yestika Saleha Yanti Cahyati Novi Enis Rosuliana Copyright (c) 2026 Triya Yestika Saleha, Yanti Cahyati, Novi Enis Rosuliana https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ 2026-04-27 2026-04-27 15 1 9 18 10.62094/jhs.v15i1.246 Hubungan pola makan dengan kejadian gastritis pada remaja putri https://ojs.stikesmi.ac.id/index.php/jhs/article/view/252 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Gastritis kini menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang perlu mendapat perhatian karena prevalensinya yang cukup tinggi. Remaja putri termasuk kelompok yang rentan mengalami kondisi tersebut. Salah satu faktor yang berperan dalam terjadinya gastritis adalah pola makan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian gastritis pada remaja putri di MTs Darul Ulum Cihara Wilayah Kerja Puskesmas Cihara Kabupaten Lebak.</p> <p><strong>Metode:</strong> Jenis penelitian korelasional dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Populasi adalah seluruh remaja putri di di MTs Darul Ulum Cihara Wilayah Kerja Puskesmas Cihara Kabupaten Lebak dengan sampel sebanyak 51 orang menggunakan teknik total <em>sampling</em>. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah uji <em>chi-square</em><em>.</em></p> <p><strong>Hasil: </strong>Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola makan tidak teratur yaitu sebanyak 32 orang (62,7%) dan mengalami gastritis yaitu sebanyak 31 orang (60,8%). Terdapat hubungan pola makan dengan kejadian gastritis pada remaja putri di di MTs Darul Ulum Cihara Wilayah Kerja Puskesmas Cihara Kabupaten Lebak dengan p-<em>value</em> &lt;0,001 (&lt;0,05).</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Terdapat hubungan pola makan dengan kejadian gastritis pada remaja putri di di MTs Darul Ulum Cihara Wilayah Kerja Puskesmas Cihara Kabupaten Lebak.</p> Ulung Rubito Copyright (c) 2026 Ulung Rubito https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-04-27 2026-04-27 15 1 19 22 10.62094/jhs.v15i1.252 Hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian diare pada balita https://ojs.stikesmi.ac.id/index.php/jhs/article/view/256 <p><strong>Latar Belakang</strong>: Diare merupakan salah satu penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian di dunia. Hal ini dipengaruhi oleh daya tahan tubuh yang lemah serta rendahnya pengetahuan ibu balita dalam melakukan pencegahan diare. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian diare pada balita di Puskesmas Babakan Sari Kota Bandung.</p> <p><strong>Metode</strong>: Jenis penelitian menggunakan korelasional dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Populasi adalah seluruh orang tua balita di Puskesmas Babakan Sari Kota Bandung dengan sampel sebanyak 70 responden menggunakan teknik <em>accidental sampling</em>. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi kuadrat.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar balita tidak mengalami diare sebanyak 21 orang (30%), dan sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 38 orang (54,3%) dengan nilai p-value &lt; 0,001 (p = &lt; 0,05).</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: Terdapat hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian diare pada balita di Puskesmas Babakan Sari Bandung. Diharapkan adanya edukasi kesehatan kepada ibu balita mengenai pencegahan diare.</p> Harniati Saliu Copyright (c) 2026 Harniati Saliu https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ 2026-04-27 2026-04-27 15 1 23 31 10.62094/jhs.v15i1.256 Hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada pasien congestive heart failure https://ojs.stikesmi.ac.id/index.php/jhs/article/view/258 <p><strong>Pendahuluan</strong>: <em>Congestive Heart Failure</em> (CHF) adalah salah satu penyebab utama kematian di Indonesia. Dampak CHF dapat mempengaruhi kondisi psikologis pasien, dimana mekanisme koping maladaptif memperberat gejala fisik dan psikologis. Dukungan keluarga sangat penting untuk meningkatkan rasa percaya diri, motivasi, dan kualitas hidup pasien CHF. Tujuan riset ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada pasien <em>Congestive Heart Failure</em> (CHF).</p> <p><strong>Metode</strong>: Penelitian ini menggunakan korelasional dengan pendekatan <em>cross sectional</em><em>. </em>Sampel diambil secara <em>consecutive sampling</em> sebanyak 88 responden. Hasil uji validitas variabel dukungan keluarga mengacu pada penelitian sebelumnya dengan hasil tidak ada item yang bernilai r&lt;0,3 dengan nilai Cronbach alpha sebesar &gt;0,91. Item kualitas hidup mengacu pada instrument baku WHOQoL-BREF dengan nilai reliabilitas dan validitas yang tinggi dengan nilai sebesar &gt;0,89. Analisis statistic menggunakan <em>chi-square</em><em>.</em></p> <p><strong>Hasil: </strong>Sebagian besar responden mendapat dukungan keluarga yang baik sebanyak 56 orang (63,6%), dan sebagian besar responden memiliki kualitas hidup cukup sebanyak 42 orang (47,7%). Terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada pasien CHF di Poliklinik Jantung RSUD Sekarwangi Kabupaten Sukabumi (p-value 0,001).</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada pasien CHF.</p> Navi Nur Majid Copyright (c) 2026 Navi Nur Majid https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-04-27 2026-04-27 15 1 32 39 10.62094/jhs.v15i1.258 Efektifitas terapi okupasi dalam peningkatan motorik pada anak down syndrome: literature review https://ojs.stikesmi.ac.id/index.php/jhs/article/view/247 <p><strong>Latar Belakang: </strong><em>Down syndrome</em> adalah kelainan genetik yang ditandai dengan keterlambatan perkembangan fisik dan intelektual pada anak. Anak dengan <em>Down syndrome</em> sering mengalami keterlambatan atau hambatan dalam perkembangan motorik, baik motorik halus maupun motorik kasar. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti hipotonia (tonus otot yang rendah), ligamen yang lebih longgar, dan koordinasi yang kurang optimal. Tujuan dari literature review ini adalah untuk mengetahui efektifitas terapi okupasi dalam peningkatan motorik pada anak <em>down syndrome</em>.</p> <p><strong>Metode: </strong>Jenis penelitian yang digunakan adalah <em>systematic literature review</em> dengan strategi analisis PICO. Jurnal yang diambil adalah 10 jurnal yang didaptkan dari hasil pencarian di <em>Publis or perish</em> dan <em>google scholar</em><em>.</em></p> <p><strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 jurnal tersebut diketahui terjadi peningkaan stimulus motorik pada anak down syndrome setelah diberi berbagai jenis terapi okupasi.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Dapat disimpulkan bahwasanya terapi okupasi efektif dalam meningkatkan kepekaan terhadap stimulus motorik pada anak <em>down syndrome</em>. Diharapkan manajemen rumah sakit dan pemangku kebijakan terkait dapat mempertimbangkan penerapan terapi okupasi dalam meningkatkan motorik anak dengan <em>down syndrome</em>.</p> Hikmal Fahridza Ramadhani Qudus Yanti Cahyati Copyright (c) 2026 Hikmal Fahridza Ramadhani Qudus, Yanti Cahyati https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-04-28 2026-04-28 15 1 40 48 10.62094/jhs.v15i1.247 Hubungan kepuasan kerja dengan kinerja perawat pelaksana https://ojs.stikesmi.ac.id/index.php/jhs/article/view/250 <p><strong>Pendahuluan</strong>: Pelayanan kesehatan rumah sakit melibatkan berbagai layanan, dengan perawat sebagai tenaga utama mutu. Kepuasan kerja berkontribusi pada peningkatan kinerja perawat yang berdampak pada mutu. Tujuan penelitian mengidentifikasi hubungan kepuasan kerja dengan kinerja perawat pelaksana.</p> <p><strong>Metode</strong>: Desain korelasional dan pendekatan <em>cross sectional</em>. Populasi seluruh perawat pelaksana di Ruang Rawat Inap RSUD Sayang Cianjur dengan sampel 313 orang menggunakan <em>total sampling</em>. Instrumen berupa kuesioner kepuasan kerja dan kinerja berdasarkan hasil pengembangan Nursalam (2016). Analisis statistik menggunakan <em>Chi Square</em>.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Mayoritas responden merasa puas bekerja sebanyak 234 orang (74,8%) dan memiliki kinerja cukup sebanyak 223 orang (71,2%). Terdapat hubungan kepuasan kerja dengan kinerja perawat pelaksana dengan nilai <em>p-value</em> &lt; 0,001.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: Terdapat hubungan kepuasan kerja dengan kinerja perawat pelaksana. RSUD Sayang Cianjur diharapkan meningkatkan kepuasan kerja melalui pemberian penghargaan, penyediaan pengembangan kompetensi, serta perbaikan lingkungan kerja.</p> Dendi Kurniadi Copyright (c) 2026 Dendi Kurniadi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ 2026-04-28 2026-04-28 15 1 49 56 10.62094/jhs.v15i1.250 Hubungan dukungan sosial dan self-efficacy dengan kesiapsiagaan remaja dalam menghadapi bencana tsunami https://ojs.stikesmi.ac.id/index.php/jhs/article/view/285 <p><strong>Pendahuluan</strong>: Indonesia menjadi negara rentan bencana alam termasuk tsunami, sehingga untuk mencegah kerusakan secara besar diperlukan kesiapsiagaan. Kesiapsiagaan dapat dipengaruhi oleh dukungan sosial dan <em>self-efficacy</em>. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dan <em>self-efficacy</em> dengan kesiapsiagaan remaja dalam menghadapi bencana tsunami di SMK Mutiara Terpadu Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi.</p> <p><strong>Metode</strong>: Penelitian ini melakukan rancangan korelasional dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Sampel diambil secara <em>proportional random samping</em> sebanyak 153 remaja. Uji validitas menunjukkan item dukungan sosial (MSPSS), <em>self-efficacy </em>(GSE), dan kesiapsiagaan memiliki nilai p &lt; 0,05. Hasil uji reliabilitas menunjukkan koefisien sebesar 0,850 (dukungan sosial), 0,880 (<em>self-efficacy</em>), dan 0,810 (kesiapsiagaan), sehingga seluruh variabel dinyatakan reliabel. Analisis statistik menggunakan <em>chi-square</em><em>.</em></p> <p><strong>Hasil: </strong>Sebagian besar responden memiliki dukungan sosial dalam kategori mendukung (76,5%), <em>self-efficacy </em>tinggi<em> (80,4%), </em>dan kesiapsiagaan dalam kategori siap (74,5%). Terdapat hubungan dukungan sosial (p &lt;0,001; OR = 9,244) dan <em>self-efficacy</em> (p &lt;0,001; OR = 8,895) dengan kesiapsiagaan remaja dalam menghadapi bencana tsunami.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Terdapat hubungan dukungan sosial dan <em>self-efficacy</em> dengan kesiapsiagaan remaja dalam menghadapi bencana tsunami di SMK Mutiara Terpadu Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi.</p> Syiva Dwi Fatmala Fani Nabila Dadang Darmawan Copyright (c) 2026 Syiva Dwi Fatmala https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ 2026-04-28 2026-04-28 15 1 57 65 10.62094/jhs.v15i1.285 Hubungan kontrol diri dengan kecanduan internet pada remaja: literature review https://ojs.stikesmi.ac.id/index.php/jhs/article/view/257 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Perkembangan teknologi meningkatkan penggunaan internet di kalangan remaja, yang berdampak pada penurunan prestasi, gangguan kesehatan, serta masalah emosional. Salah satu aspek yang berperan penting adalah kontrol diri. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan kontrol diri dengan kecanduan internet pada remaja.</p> <p><strong>Metode: </strong>Metode yang digunakan adalah <em>literature review</em> yang mengikuti pedoman PRISMA. Artikel dicari dari ScienceDirect dan Google Scholar, menggunakan kata kunci “remaja”, “kontrol diri”, dan “kecanduan internet”. Artikel yang diterbitkan antara tahun 2018–2020 dimasukkan. Dari 1.503 artikel yang diidentifikasi, 6 studi memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara deskriptif.</p> <p><strong>Hasil: </strong>Hasil menunjukkan bahwa dari beberapa artikel dapat dibuktikan kecanduan internet pada remaja dipengaruhi oleh kontrol diri secara signifikan.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Temuan ini menyoroti pentingnya kontrol diri dalam mereduksi kecanduan internet pada remaja.</p> Oki Oktavia Copyright (c) 2026 Oki Oktavia https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-04-28 2026-04-28 15 1 66 74 10.62094/jhs.v15i1.257 Pengaruh praktik mindfulness terhadap burnout pada perawat di instalasi gawat darurat https://ojs.stikesmi.ac.id/index.php/jhs/article/view/336 <p><strong>Pendahuluan</strong>: <em>Burnout</em> ialah sindrom psikologis akibat stres kerja ditandai kelelahan emosional dan depersonalisasi. Perawat instalasi gawat darurat termasuk kelompok berisiko mengalami <em>burnout</em> karena tuntutan kerja tinggi. Salah satu intervensi untuk menurunkan <em>burnout</em> adalah <em>mindfulness</em>. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh praktik <em>mindfulness </em>terhadap <em>burnout </em>perawat.</p> <p><strong>Metode</strong>: Desain <em>pre-eksperimental</em> dengan rancangan <em>one group pretest–posttest</em>. Sampel berjumlah 22 perawat menggunakan <em>purposive sampling</em>. Instrumen penelitian <em>Maslach Burnout Inventory</em> (MBI). Intervensi <em>mindfulness</em> berupa <em>Brief Mindfulness-Based Intervention</em> dilaksanakan selama 4 minggu, 3 kali perminggu, masing-masing 15 menit persesi<em>.</em> Analisis data menggunakan <em>Wilcoxon Signed Rank Test</em>.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Mayoritas responden sebelum intervensi mengalami <em>burnout</em> sedang sebanyak 13 orang (59,1%) dan setelah intervensi mayoritas responden mengalami kategori <em>burnout</em> sedang sebanyak 11 responden (50,0%). Terdapat pengaruh praktik <em>mindfulness</em> terhadap <em>burnout</em> (<em>p</em><em>-</em><em>v</em><em>alue</em> &lt; 0,05).</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: Praktik <em>mindfulness</em> terbukti efektif menurunkan <em>burnout</em> pada perawat IGD. <em>Mindfulness</em> dapat menjadi strategi efektif mengelola stres perawat guna meningkatkan kesejahteraan dan mutu pelayanan.</p> Srihesty Manan Yuli Atikah Widyadari Prasetyaningrum Monika Ginting Copyright (c) 2026 Yuli Atikah, Srihesty Manan, Widyadari Prasetyaningrum, Monika Ginting https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-04-30 2026-04-30 15 1 75 79 10.62094/jhs.v15i1.336 Hubungan stres dengan kejadian dismenorea pada remaja putri https://ojs.stikesmi.ac.id/index.php/jhs/article/view/337 <p><strong>Pendahuluan</strong>: Masalah utama kesehatan remaja di Indonesia mencakup kesehatan reproduksi, termasuk dismenore yang sering dialami remaja putri dan berkaitan dengan stres. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan stres dengan kejadian dismenorea pada remaja putri.</p> <p><strong>Metode</strong>: Desain korelasional dan pendekatan <em>cross sectional</em>. Populasi seluruh remaja putri di SMPN 41 Bandung dengan sampel 72 orang menggunakan <em>total sampling</em>. Instrumen berupa kuesioner yaitu DASS-42 dan VAS. Analisis statistik menggunakan korelasi <em>rank spearman</em><em>.</em></p> <p><strong>Hasil</strong>: Mayoritas responden merasa shtres sedang sebanyak 23 orang (31,9%) dan merasa dismenorea sedang sebanyak 49 orang (68,1%). Terdapat hubungan hubungan stres dengan kejadian dismenorea pada remaja putri dengan nilai <em>p-value</em> &lt; 0,001 dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,416 yang menunjukkan hubungan dengan keeratan yang sedang dengan arah positif.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: Terdapat hubungan stres dengan kejadian dismenorea pada remaja putri. Pihak sekolah diharapkan mengembangkan program inovatif UKS berupa edukasi interaktif dan kader sebaya terkait manajemen stres dan penanganan dismenorea.</p> Nida Hani Maisa Kamsatun Kamsatun Mutiara Syagitta Susi Kusniasih Copyright (c) 2026 Nida Hani Maisa, Kamsatun Kamsatun, Mutiara Syagitta, Susi Kusniasih https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-04-30 2026-04-30 15 1 80 89 10.62094/jhs.v15i1.337