HUBUNGAN PELAKSANAAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI BENIGNA PROSTATIC HYPERPLASIA DI RUANG ARAFAH 3 RUMAH SAKIT ISLAM ASSYIFA KOTA SUKABUMI

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Erna Riana

Abstract

Benigna prostatic hyperplasia merupakan masalah yang dialami oleh laki-laki di seluruh dunia yang menyerang system reproduksi pada pria dewasa.Untuk mengobatinya dilakukan operasi dan membuat pasien mengalami kecemasan sebelum operasi, terjadinya kecemasan menyebabkan operasi di tunda, dibutuhkan komunikasi terapeutik perawat untuk mengurang kecemasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik dengan kecemasan pasien pre operasi benigna prostatic hyperplasia. Komunikasi terapeutik adalah segala sesuatu yang memfasilitasi proses penyembuhan. Kecemasan adalah reaksi emosional terhadap penilaian individu yang subyektif. Benigna prostatic hyperplasia adalah penyakit yang sering terjadi pada pria dewasa dimana terjadi pembesaran prostat. Jenis penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian berjumlah 32 orang. Teknik pengambilan sampel dengan Totaly Sampling . Uji validitas komunikasi terapeutik dari 20 item 16 valid dengan r 0,815. Analisis data menggunakan Somers’D. Hasil penelitian ini menjukkan sebagian besar komunikasi terapeutik yaitu cukup 20 responden (62.5%), dan sebagian besar responden memiliki tidak ada kecemasan sebanyak 20 responden atau (62.5%). Dan terdapat hubungan komunikasi terapeutik dengan kecemasan pasien pre operasi benigna prostatic hyperplasia dengan P-value = 0.002. Kesimpulan dari hasil penelitian ini terdapat hubungan komunikasi terapeutik dengan kecemasan pasien pre operasi benigna prostatic hyperplasia. Oleh karena itu diharapkan pihak rumah sakit mengevaluasi kembali tentang standar operasional prosedur komunikasi terapeutik pada pasien pre operasi khususnya komunikasi terapeutik pada pasien benigna prostatic hyperplasia.


 


Kata Kunci     : Komunikasi Terapeutik, Kecemasan, Benigna Prostatic Hyperplasia

##plugins.themes.academic_pro.article.details##