Hubungan pola makan dan personal hygiene dengan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas

Authors

  • Cucu Nina Program Studi Sarjana Kebidanan, Fakultas Kebidanan, Institut Kesehatan Rajawali
  • Fathia Rizki Program Studi Sarjana Kebidanan, Fakultas Kebidanan, Institut Kesehatan Rajawali
  • Fitri Puspita Sari Program Studi Sarjana Kebidanan, Fakultas Kebidanan, Institut Kesehatan Rajawali

DOI:

https://doi.org/10.62094/jhs.v14i2.245

Keywords:

Ibu nifas, luka perineum, penyembuhan, personal hygiene, pola makan

Abstract

Latar Belakang: Luka perineum merupakan kondisi yang dapat menyebabkan perdarahan pada ibu postpartum dan memerlukan waktu penyembuhan cukup lama. Proses penyembuhannya dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama pola makan dan personal hygiene. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola makan dan personal hygiene dengan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di PMB Elis Susilawati Cidahu Kabupaten Sukabumi.

Metode: Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu nifas hari ke-7 yang bersalin pada bulan Januari – Februari di PMB Elis Susilawati Cidahu Kabupaten Sukabumi dengan sampel sebanyak 30 orang menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar checklist skala REED kemudian dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji exact fisher.

Hasil: Sebagian besar responden memiliki pola makan yang baik yaitu 23 orang (76,7%), melakukan personal hygiene dengan baik yaitu 22 orang (73,3%), dan mengalami penyembuhan luka perineum yang baik yaitu 25 orang (83,3%). Terdapat hubungan pola makan dan personal hygiene dengan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas dengan p-value 0,000 (<0,05).

Kesimpulan: Terdapat hubungan pola makan dan personal hygiene dengan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di PMB Elis Susilawati Cidahu Kabupaten Sukabumi. Diharapkan bidan dapat meningkatkan pemberian penyuluhan tentang pola makan dan personal hygiene.

Downloads

Download data is not yet available.
Abstract View: 40

References

Alestari, R. O. (2020). Hubungan antara perawatan luka perineum, pola makan dan kepatuhan minum obat dengan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di RSIA Aura Syifa Kabupaten kediri. Jurnal Forum Kesehatan: Media Publikasi Kesehatan Ilmiah, 10(1), 28–33. https://e-journal.polkesraya.ac.id/index.php/jfk/article/view/143

Dewi, N. L. G. L. U. (2018). Hubungan antara personal hygiene dengan penyembuhan luka perienum pada ibu nifas di Praktik Mandiri Bidan KN, A.MD.Keb tahun 2018. Skripsi. Potekkes Kemenkes Denpasar. https://repository.poltekkes-denpasar.ac.id/991/

Ekasari, D. J., Yunita, P., & Hafid, R. A. (2022). Penatalaksanaan vulva hygiene dengan penyembuhan luka perineum. Zona Kebidanan, 12(2), 34–44. https://ejurnal.univbatam.ac.id/index.php/zonabidan/article/view/958

Fatimah, & Lestari, P. (2019). Pijat perineum. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Haryati, E. (2020). Asuhan Keperawatan Post Partum. Yogyakarta: Deepublish.

Mandasari, N., Afrina, R., & Purnama, A. (2020). Budaya dan keyakinan pantang makan terhadap proses penyembuhan luka episiotomi. Jurnal Kesehatan Pertiwi, 2(2), 161–167. https://www.journals.poltekesbph.ac.id/index.php/pertiwi/article/view/45

Manuntungi, A. E., Irmayanti, & Ratna. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi lamanya penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di Ruang Perawatan Rumah Sakit Mitra

Manakarra Mamuju. Nursing Inside Community, 1(3), 96–103. https://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/nic/article/view/231

Muniroh, S. (2019). Hubungan pola makan dengan proses penyembuhan luka episiotomi. Jurnal Keperawatan, 8(1), 47-51. https://doi.org/10.47560/kep.v8i1.90

Rohmin, A., Octariani, B., & Jania, M. (2017). Faktor risiko yang mempengaruhi lama penyembuhan luka perineum pada ibu post partum. Jurnal Kesehatan, VIII(3), 449–454. https://doi.org/10.26630/jk.v8i3.660

Roito, J., Noor, N., & Mardiah. (2018). Asuhan kebidanan ibu nifas & deteksi dini komplikasi. Jakarta: EGC.

Sagala, K. I. (2020). Pengetahuan ibu nifas tentang perawatan luka perineum di Klinik Pratama Patumbak 2019 [Poltekkes kemenkes Medan]. http://poltekkes.apliasiakademik.com/xmlui/handle/12345678/2098

Santika, V. W., Lathifah, N. S., & Parina, F. (2020). Pengaruh pemberian telur rebus dengan percepatan penyembuhan luka perineum. Jurnal Kebidanan, 6(2), 244–248. https://doi.org/10.33024/jkm.v6i2.1758

Sari, I., Suprida, Yulizar, & Silaban, T. D. S. (2023). Analisis faktor penyebab terjadinya ruptur perineum pada ibu bersalin. Jurnal Kesehatan Dan Pembangunan, 13(25), 218–226. https://doi.org/10.52047/jkp.v13i25.152

Simanjuntak, L. (2020). Perdarahan postpartum (perdarahan paskasalin). Jurnal Visi Eksakta (JVIEKS), 1(1), 1–10. https://doi.org/10.51622/eksakta.v1i1.51

Syalfina, A. D., Irawati, D., Priyanti, S., & Churotin, A. (2021). Studi kasus: ibu nifas dengan infeksi luka perineum. Jurnal Kesehatan Mercusuar, 4(1), 1–7. https://doi.org/10.36984/jkm.v4i1.176

Downloads

Published

2025-11-01

How to Cite

Nina, C., Rizki, F., & Sari, F. P. (2025). Hubungan pola makan dan personal hygiene dengan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas. Jurnal Health Society, 14(2), 105–111. https://doi.org/10.62094/jhs.v14i2.245