ASI eksklusif dan kejadian stunting pada balita: literature review

Authors

  • Triya Yestika Saleha Program Studi Diploma 4 Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
  • Yanti Cahyati Program Studi Diploma 4 Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
  • Novi Enis Rosuliana Program Studi Diploma 4 Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

DOI:

https://doi.org/10.62094/jhs.v15i1.246

Keywords:

Anak, ASI eksklusif, Balita, Gizi, Stunting

Abstract

Latar Belakang: Indonesia menempati peringkat ketiga di Asia Tenggara dalam hal prevalensi stunting, prevalensi sebesar 30,8%. Stunting adalah kondisi anak di bawah usia lima tahun tidak dapat tumbuh dengan baik akibat kekurangan gizi yang berkepanjangan dengan tinggi badan yang rendah, yaitu kurang dari standar WHO di mana skor Z kurang dari -2SD. ASI eksklusif adalah kondisi di mana bayi mendapatkan ASI langsung dari ibu kandungnya, tanpa cairan atau makanan lain. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara menyusui dan tingkat stunting pada balita.

Metode: Metode penelitian ini menggunakan tinjauan literatur dengan sumber artikel dari Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan MDPI pada periode 2018–2025. Proses pencarian dan seleksi artikel mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA), sehingga diperoleh 10 artikel yang layak dianalisis.

Hasil: Berdasarkan sintesis dari 10 artikel yang dianalisis dalam kajian literatur, ditemukan konsistensi hasil bahwa pemberian ASI eksklusif memiliki hubungan yang bermakna dengan penurunan kejadian stunting pada balita. Sebagian besar studi menunjukkan bahwa anak yang tidak mendapatkan ASI eksklusif memiliki risiko lebih tinggi mengalami stunting dibandingkan dengan anak yang mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan.

Kesimpulan: Terdapat hubungan antara menyusui eksklusif dan frekuensi stunting pada balita.

Downloads

Download data is not yet available.
Abstract View: 15

References

Ali, A. (2021). Current Status of malnutrition and stunting in pakistani children: what needs to be done? Journal of the American College of Nutrition, 40(2), 180–192. https://doi.org/10.1080/07315724.2020.1750504

Aryani, R., Afriana, & Azizah, C. (2022). Hubungan Pemberian asi ekslusif dengan kejadian stunting pada balita 1-5 tahun di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Ulee Kareng Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh. Journal of Healtcare Technology and Medicine, 8(1), 81–91. https://doi.org/10.33143/jhtm.v8i1.1942

Damanik, R. K., Silitonga, E., Sidabukk, I. R. R., & Perdana, P. D. (2022). Hubungan Pemberian asi ekslusif dengan kejadian stunting pada balita di Desa Perlis Wilayah Kerja Puskesmas Tangkahan Durian Kabupaten Langkat. Jurnal Keperawatan Suaka Insan (Jksi), 7(2), 150–156. https://doi.org/10.51143/jksi.v7i2.350

Dewi, D. L., Rahayu, S., Putri, N. R., Nugrahaeni, I. K., & Faculty, M. (2021). ASI eksklusif suatu upaya pencegahan kejadian stunting: A Literature Review. Journal of Midwifery Science : Basic and Applied Research, 3(2), 46–50. https://doi.org/10.31983/jomisbar.v3i2.8113

Elba, F., Daryanti, E., Poddar, S., & Shrestha, S. (2021). The effect of compliance of intake of fe tablets through the whatsapp group messenger program for pregnant women on the increase in hb level at the garuda health center, Bandung City. Malaysian Journal of Medicine & Health Sciences, 17(SUPP4), 132–136. http://www.scopus.com/inward/record.url?eid=2-s2.0-85108973438&partnerID=MN8TOARS

Hadi, H., Fatimatasari, F., Irwanti, W., Kusuma, C., Alfiana, R. D., Asshiddiqi, M. I., Nugroho, S., Lewis, E. C., & Gittelsohn, J. (2021). Exclusive breastfeeding protects young children from stunting in a low-income population: a study from eastern indonesia. In Nutrients (Vol. 13, Issue 12, p. 4264). https://doi.org/10.3390/nu13124264

Latifah, A. M., Purwanti, L. E., & Sukamto, F. I. (2020). Hubungan pemberian asi eksklusif dengan kejadian stunting pada balita 1-5 tahun. Health sciences journal, 4(1), 131-14 2. https://doi.org/10.24269/hsj.v4i1.409

Louis, S. L., Mirania, A. N., & Yuniarti, E. (2022). Hubungan pemberian asi eksklusif dengan kejadian stunting pada anak balita. Maternal & Neonatal Health Journal, 3(1), 7–11. https://doi.org/10.37010/mnhj.v3i1.498

Mawaddah, S. (2019). Hubungan pemberian asi eksklusif dengan kejadian stunting pada balita usia 24-36 bulan. Jurnal Berkala Kesehatan, 5(2), 60–66. https://doi.org/10.20527/jbk.v5i2.7340

Muniari, N. K., Gusti, N., Pramita, A., & Mastiningsih, P. (2022). The relationship between exclusive breastfeeding and stunting incidents in toddlers in the working area of the UPT Puskesmas Susut I Bangli. Journal Of Ageing And Family (JOAF), 2(2), 112–117. https://doi.org/10.52643/joaf.v2i2.4144

Pramulya, I., Wijayanti, F., & Saparwati, M. (2021). Riwayat pemberian asi eksklusif dengan kejadian stunting pada balita usia 24-60 bulan. Jurnal Kesehatan Kusuma Husada, 7(1), 8–13. https://doi.org/10.47718/jib.v7i1.878

Pratama, M. R., & Irwandi, S. (2021). The relation between exclusive breastfeeding with stunting in the hinai kiri community health center, Secanggang District, Langkat Regency. Jurnal Kedokteran STM (Sains Dan Teknologi Medik), 4(1), 17–25. https://doi.org/10.52236/ih.v12i2.650

Purbasary, E. K., Hikmawati, K., Hidayatin, T., & Yanni. (2022). Exclusive breastfeeding relationship with the incidence of stunting in toddlers in the region work of puskesmas lohbener. JOSS: Journal of Social Science, 1(4), 1264–1282. https://joss.al-makkipublisher.com/index.php/js

Putri, A., & Ayudia, F. (2020). Hubungan pemberian asi eksklusif dengan kejadian stunting pada anak usia 6-59 bulan di Kota Padang. Jurnal Kesehatan Medika Saintika, 11(2), 91–96. https://doi.org/10.30633/jkms.v11i1.640

Rilyani, R. (2021). Exclusive breastfeeding with the incidence of stunting in toddlers. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 10, 1–6. https://doi.org/10.35816/jiskh.v10i1.489

Riskesdas. (2018). Nutritional status of indonesian toddlers. health research and development agency, Ministry of Health of the Republic of Indonesia. https://kemkes.go.id/id/potret-sehat-indonesia-riskesdas-2018

Sambo, Mery, G, Y., Madu, A. S., Tandiboro, & Antjelita. (2022). Pemberian asi eksklusif sebagai faktor risiko kejadian stunting pada anak usia 3-5 tahun Di Kecamatan Lau Kabupaten Maros. Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT), 2(2), 122–128. https://doi.org/10.56742/nchat.v2i2.51

Sumarni, S., Oktavianisya, N., & Suprayitno, E. (2020). Pemberian air susu ibu eksklusif berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Pulau Mandangin Kabupaten Sumenep Provinsi Jawa Timur. Jurnal Riset Hesti Medan Akper Kesdam I/BB Medan, 5(1), 39–43. https://doi.org/10.34008/jurhesti.v5i1.174

Suryani, L. (2021). Hubungan pemberian asi ekslusif dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Limapuluh Kota Pekanbaru. Jurnal Midwifery Update (MU), 3(2), 126–131. https://doi.org/10.32807/jmu.v3i2.120

Downloads

Published

2026-04-27

How to Cite

Saleha, T. Y., Cahyati, Y., & Rosuliana, N. E. (2026). ASI eksklusif dan kejadian stunting pada balita: literature review. Jurnal Health Society, 15(1), 9–18. https://doi.org/10.62094/jhs.v15i1.246