Deteksi dini miopia pada anak usia sekolah dasar berbasis program “myopia detective”
DOI:
https://doi.org/10.62094/jhs.v14i2.248Keywords:
Anak, deteksi dini, miopia, skrining, usia sekolah dasarAbstract
Latar Belakang: Di Indonesia, prevalensi kesalahan refraksi dengan miopia menempati peringkat pertama dalam penyakit mata, mencakup 25% populasi atau sekitar 55 juta orang. Tujuan program “Myopia Detective” yang dilaksanakan diharapkan dapat mengurangi tingkat miopia pada usia pertumbuhan anak-anak.
Metode: Metode yang digunakan adalah pengamatan langsung terhadap siswa menggunakan alat Snellen Chart dan Trial Lens, dan dievaluasi menggunakan logic model, yaitu model sistematis untuk menggambarkan perubahan yang terjadi, serta menggambarkan hubungan logis antara setiap komponen, biasanya ditandai dengan hubungan kausal (penyebab-akibat).
Hasil: Hasil skrining ketajaman penglihatan menunjukkan bahwa 31 siswa (77,5%) memiliki penglihatan normal 6/6, ketajaman penglihatan dengan kesalahan ringan sebanyak 7 siswa (17,5%), dan kesalahan sedang sebanyak 2 siswa (5%). Dari hasil skrining miopia, ditemukan bahwa 7 siswa (77,70%) memiliki miopia ringan dan 2 siswa (23%) memiliki miopia sedang.
Kesimpulan: “Myopia Detective” berperan penting dalam tindakan mendeteksi dini kejadian miopia pada anak. Diharapkan tes skrining “Myopia Detective” dapat diterapkan oleh berbagai pelayanan kesehatan dan instansi pendidikan
Downloads
Abstract View: 33
References
Arwida, F. Y. S., Meutia, F., & Asrizal, C. W. (2024). Hubungan kelainan refraksi dengan prestasi belajar pada siswa sekolah menengah pertama negeri 8 kota banda aceh. Jurnal Kedokteran Nanggroe Medika, 7(2), 187–199. https://doi.org/10.35324/jknamed.v7i2.289
Fitria, A. D., Lassie, N., & Birman, Y. (2023). Profil Kelainan refraksi pada anak usia sekolah dasar di Rskm Padang Eye Center Tahun 2022. Scientific Journal, 2(5), 219–229. https://doi.org/10.56260/sciena.v2i5.115
Li, S., Li, M., Wu, J., Li, Y., Han, J., Song, Y., Cao, W., & Zhou, X. (2024). Developing and validating a clinlabomics-based machine-learning model for early detection of retinal detachment in patients with high myopia. Journal of Translational Medicine, 22(1), 1–14. https://doi.org/10.1186/s12967-024-05131-9
Martiningsih, W. R., Swasty, S., Novitasari, A., & Kurniati, I. D. (2024). Skrining dan pemeriksaan mata pada sivitas akademika dan warga di lingkungan Universitas Muhammadiyah Semarang. Jurnal Inovasi Dan Pengabdian Masyarakat Indonesia, 3(1), 9–13. https://doi.org/10.26714/jipmi.v3i1.291
Milataka, I., Badriah, D. L., Nastiti Iswarawanti, D., Mamlukah, & Sugianto, A. (2025). Determinan yang berhubungan dengan kejadian myopia pada pelajar sekolah dasar di SDN 1 Cikalang Kota Tasikmalaya 2024. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-Ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan Dan Farmasi, 25(2), 110–119. https://doi.org/10.36465/jkbth.v25i2.1646
Oszczędłowski, P., Raczkiewicz, P., Więsyk, P., Brzuszkiewicz, K., Rapa, M., Matysik-Woźniak, A., Zieliński, G., Onyszkiewicz, M., Rękas, K. M., Makosz, I., Latalska, M., Czarnek-Chudzik, A., Korulczyk, J., & Rejdak, R. (2023). The Incidence and severity of myopia in the population of medical students and its dependence on various demographic factors and vision hygiene habits. International Journal of Environmental Research and Public Health, 20(6). https://doi.org/10.3390/ijerph20064699
Pramesti, N. (2022). Pembaruan Informasi terkini dan panduan tentang pengelolaan miopia. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 11(1), 242–246. https://doi.org/10.35816/jiskh.v11i1.744
Sankaridurg, P., Tahhan, N., Kandel, H., Naduvilath, T., Zou, H., Frick, K. D., Marmamula, S., Friedman, D. S., Lamoureux, E., Keeffe, J., Walline, J. J., Fricke, T. R., Kovai, V., & Resnikoff, S. (2021). IMI impact of myopia. Investigative Ophthalmology and Visual Science, 62(5). https://doi.org/10.1167/iovs.62.5.2
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Cecep Heriana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Health Society published under the terms of a Creative Commons Attribution 4.0 International License / CC BY 4.0 This license permits anyone to copy and redistribute this material in any form or format, compose, modify, and make derivative works of this material for any purpose, including commercial purposes, so long as they include credit to the Author of the original work.
Jurnal Health Society by STIKes Sukabumi is licensed under Creative Commons Attribution 4.0 International




