Pengaruh pemberian terapi blowing ballon terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien bronchopneumonia

Authors

  • Fitri Septiyani Suparma Politeknik Kesehatan Yapkesbi

DOI:

https://doi.org/10.62094/jhs.v15i2.802

Keywords:

Blowing balloon, Bronchopneumonia, Nonfarmakologis, Saturasi Oksigen, Terapi Komplomenter

Abstract

Latar Belakang: Bronchopneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan yang menjadi penyebab utama di dunia, terutama pada anak balita, lansia, dan individu dengan imunitas rendah. Terapi blowing balloon merupakan intervensi nonfarmakologis yang aman dan efektif meningkatkan ventilasi serta saturasi oksigen pasien. Tujuannya untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi blowing balloon terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien bronchopneumonia.

Metode: Desain quasi-experimental pre-post test without control group dengan 23 responden yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi menggunakan teknik purposive sampling. Saturasi oksigen diukur menggunakan pulse oximetry sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test.

Hasil: Usia terbanyak 51–60 tahun (30,4%), laki-laki mendominasi (52,2%). Sebelum intervensi, 65,2% normal dan 34,8% hipoksemia ringan. Setelah intervensi, kategori normal meningkat menjadi 73,9% dan hipoksemia ringan berkurang menjadi 26,1%. Uji Wilcoxon menghasilkan p-value 0,008 (p<0,05), H₁ diterima terdapat pengaruh pemberian terapi blowing balloon terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien bronchopneumonia.

Kesimpulan: Terapi blowing balloon berpengaruh signifikan terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien bronchopneumonia. Teknik ini dapat diajarkan kepada pasien dan keluarga sebagai latihan mandiri yang praktis.

Downloads

Download data is not yet available.
Abstract View: 9

References

Astriani, N. M. D. Y., Dewi, P. I. S., & Yanti, K. H. (2020). Relaksasi Pernafasan dengan Teknik Ballon Blowing Terhadap Peningkatan Saturasi Oksigen pada Pasien PPOK. Jurnal Keperawatan Silampari, 3(2018), 426–435. https://doi.org/https://doi.org/10.31539/jks.v3i2.1049

Collaborators, G. 2021 L. R. I. and A. R. (2024). Global, Regional , and National Incidence and Mortality Burden of Non-COVID-19 Lower Respiratory Infections and Aetiologies , 1990 – 2021 : a Systematic Analysis from the Global Burden of Disease Study 2021. Lancet Infect Disease, 24(9), 974–1002. https://doi.org/10.1016/S1473-3099(24)00176-2

Febrianti, N. K. D. (2022). Gambaran Saturasi Oksigen Pasien dengan Penyakit Penyerta Sistem Respirasi Pasca General Anestesi di RSUD Kabupaten Buleleng. https://repository.itekes-bali.ac.id/medias/journal/Ni_Kadek_Dwi_Febriantini.pdf

Holma, P., Pesonen, P., Mustonen, O., Järvelin, M.-R., Kauma, H., Auvinen, J., & Hautala, T. (2022). 52-year Follow-Up of a Birth Cohort Reveals a High Pneumonia Incidence among Young Men. ERJ Open Research, 8(2), 16–20. https://doi.org/10.1183/23120541.00707-2021

Inli, D. F., & Sudarmanto. (2024). Diagnosis Dan Tatalaksana Bronkopneumonia pada Bayi Laki-Laki Berusia 2,5 Bulan. Prosiding Buku Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalamus), 282–295. https://proceedings.ums.ac.id/kedokteran/article/view/3853/3504

Jumini, V., Taqiyah, Y., Sudarman, & Putri, S. H. S. (2024). Penerapan Manajemen Airway terhadap Peningkatan Bersihan Jalan Napas pada Pasien Bronkopneumonia di RS Ibnu Sina YW-UMI Makassar. Jurnal Nakes Rumah Sakit, 5(2), 153–162. https://doi.org/https://doi.org/10.33096/whj.v5i2.147

Kang, N., Subramanian, V. S., & Agrawal, A. (2025). Influence of Aging and Immune Alterations on Susceptibility to Pneumococcal Pneumonia in the Elderly. Pathogens, 14(1), 1–10. https://doi.org/https://doi.org/10.3390/pathogens14010041

Kemenkes. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/hasil-ski-2023/

Kurnia, R. S. (2024). Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kualitas Hidup pada Penderita Asma. Jurnal Health Society, 13(2), 175–181. https://doi.org/10.62094/jhs.v13i2.185

Oktaria, R., Sari, P. I., Martawinarti, R. N., Yuliana, & Nasution, R. A. (2026). Pengaruh Balloon Therapy Terhadap Respiratory Rate dan Saturasi Oksigen pada Anak dengan Bronkopneumonia. Jurnal Menara Medika, 8(2), 364–373. https://doi.org/https://doi.org/10.31869/mm.v8i2.7256

Pakuku, E., Sanghati, Thalib, A. H. S., & Mahmud, Y. (2024). Penerapan Terapi Tiup Balon (Blowing Ballon) untuk Mengurangi Sesak Napas pada Pasien Asma. Jurnal Madising Na Maupe, 2(1), 102–107. http://jurnal.maupe.id/JMM/article/view/43/33

Setianingsih, N., Nisa, N., Lestari, S., & A, S. H. M. (2026). Effect of Bubble-Blowing Breathing Therapy on Oxygenation in Bronchopneumonia : A Quasi-Experiment Study. Journal of Vocational Nursing, 7(1), 7–14. https://doi.org/10.20473/jovin.v7i1.2026.

Sidabutar, E., Ansariadi, Wahiduddin, Bustan, N., Stang, & Birawida, A. B. (2024). Analysis of Risk Factor For Pneumonia in Children Less than Five Years in Makassar. Jurnal Pendidikan Dan Promosi Kesehatan, 13(16), 1–8. https://doi.org/10.4103/jehp.jehp

Subramanian, N. S., Mahalakshmi, B., Chiragkumar, D. D., Sathwara, C. R., Attur, S. K., & Attur, K. (2025). Effectiveness of Balloon Blowing on Respiratory Parameters among Children with Lower Respiratory Tract Infection: A Quasi‑Experimental Study. Journal of Pharmacy and Life Sciences, 17(2), 1239–1241. https://doi.org/10.4103/jpbs.jpbs

Widyowati, S. S., & Irdawati. (2025). Application of Balloon Blowing Therapy with Pursed lip Breathing Technique to Improve Oxygen Saturation in Children. Indonesian Journal of Global Health Research, 7(5), 49–56. https://doi.org/https://doi.org/10.37287/ijghr.v7i5.6506

Downloads

Published

2026-10-30

How to Cite

Suparma, F. S. (2026). Pengaruh pemberian terapi blowing ballon terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien bronchopneumonia. Jurnal Health Society, 15(2), 163–171. https://doi.org/10.62094/jhs.v15i2.802