Hubungan pemberian nutrisi dengan kejadian stunting pada balita

Authors

  • Heni Haryani Program Studi Sarjana Kebidanan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sukabumi
  • Arini Sri Wahyuni Program Studi Sarjana Administrasi Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sukabumi
  • Hana Haryani Program Studi Sarjana Administrasi Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sukabumi
  • Tina Oktarina Program Studi Sarjana Administrasi Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sukabumi

DOI:

https://doi.org/10.62094/jhs.v15i2.816

Keywords:

Balita, Stunting, Pemberian Nutrisi, Status Gizi, Pertumbuhan Anak

Abstract

Pendahuluan: Stunting merupakan gangguan pertumbuhan pada balita akibat kekurangan gizi kronis yang dapat berkaitan dengan pemberian nutrisi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pemberian nutrisi dengan kejadian stunting pada balita.

Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh balita usia 6–59 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tipar Kota Sukabumi yang memenuhi kriteria penelitian, dengan jumlah sampel sebanyak 65 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data diambil menggunakan kuisioner. Analisis bivariat dilakukan menggunakan Fisher's Exact Test.

Hasil: Analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan nutrisi secara tidak tepat, yaitu 53 responden (81,5%), dan sebagian besar balita mengalami stunting, yaitu 56 balita (86,2%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian nutrisi dan kejadian stunting pada balita dengan nilai p < 0,001.

Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian nutrisi dan kejadian stunting pada balita usia 6–59 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tipar Kota Sukabumi. Orang tua diharapkan memberikan nutrisi yang tepat dan seimbang sesuai dengan kebutuhan anak serta memantau pertumbuhan anak secara berkala melalui posyandu atau fasilitas pelayanan kesehatan.

Downloads

Download data is not yet available.
Abstract View: 11

References

Agustina, E. E. P., & Dwijayanti, R. (2023). Peran Orang Tua Dalam Pencegahan Stunting Melalui Program Sekolah Orang Tua Hebat Di Kelurahan Lakarsantri. An-Najat : Jurnal Ilmu Farmasi Dan Kesehatan, 1(4), 220–227. https://doi.org/10.59841/an-najat.v1i4

Falensya, R. (2025). Pentingnya Gizi Seimbang dalam Mencegah Stunting pada Anak Usia Dini. Journal Innovation In Education, 3(4), 8–21. https://doi.org/10.59841/inoved.v3i4.3549

Fauziah, J., Trisnawati, K. D., Rini, K. P. S., & Putri, S. . (2023). Stunting: Penyebab, Gejala, dan Pencegahan. Jurnal Parenting Dan Anak, 1(2), 11. https://doi.org/10.47134/jpa.v1i2.220

Harahap, R. R. A., Suroyo, R. B., & Yuniati. (2025). Determinan Stunting pada Anak Usia 6 – 24 Bulan di Puskesmas Hutaimbaru, Padang Lawas Utara. Jurnal Kesehatan Amanah, 9(2), 233–242. https://doi.org/10.57214/jka.v9i2.949

Kusuma, M., & Achyar, K. (2025). Hubungan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal Dengan Kenaikan Tinggi Badan Pada Balita Stunting Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Jeruklegi Ii Tahun 2024. Jurnal Berita Kesehatan, 17(1), 220–234. https://doi.org/10.58294/jbk.v17i1.264

Marlani, R., Neherta, M., & Deswita, D. (2021). Gambaran Karakteristik Ibu yang Mempengaruhi Kejadian Stunting Balita Usia 24-59 Bulan di Puskesmas Talang Banjar Kota Jambi. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 21(3), 1370–1373. https://doi.org/10.33087/jiubj.v21i3.1748

Mukhlis. (2024). Hubungan Status Sosial Ekonomi dan Pola Asuh terhadap Prevalensi Stunting pada Balita di Bima-NTB. Journal of Knowledge and Collaboration, 2(1), 434–443. https://doi.org/10.59613/4pe20061

Nabilla, S. B. G. T. J. (2023). Hubungan Faktor Sosial Ekonomi Keluarga Dengan Kejadian Stunting. Jurnal Medika Hutama, 02(01), 402–406. https://doi.org/10.20527/ht.v7i3.14537

Najmi, N. A., Karwati, L., & Nurlaila, N. (2025). Peran Kader Posyandu Dalam Pencegahan Stunting Melalui Program Bina Keluarga Balita. Community Educational Journal, 2(1), 23–27. https://journal.publinesia.com/index.php/cej/article/view/43

Nasitoh, S., Hiddayaturrahmi, Rosmawaty, Handayani, Y., & Maribeth, A. L. (2024). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tumbuh Kembang Anak Usia 0-2 Tahun : Tinjauan Literatur. Scientific Journal, 3(4), 221–231. https://doi.org/10.56260/sciena.v3i4.150

Noorhasanah, E., & Tauhidah, N. I. (2021). Hubungan Pola Asuh Ibu dengan Kejadian Stunting Anak Usia 12-59 Bulan. Jurnal Ilmu Keperawatan Anak, 4(1). https://doi.org/10.32584/jika.v4i1.959

Nugroho, M. R., Sasongko, R. N., & Kristiawan, M. (2021). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Usia Dini di Indonesia. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 2269–2276. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.1169

Pangestu, C. F., Munir, Z., & Dewi, N. E. C. (2025). Hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian stunting pada balita usia 6 – 59 bulan. Journal Health and Nutritions, 5(2), 72. https://doi.org/10.34305/jphi.v5i2.1619

Pramulya, I., Wijayanti, F., & Saparwati, M. (2021). Hubungan Pemberian ASI ekslusif dengan kejadian stunting pada balita usia 24-60 bulan. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 12(1), 35–41. https://doi.org/10.34035/jk.v12i1.545

Prapatti, P. L. P., Giri, M. K. W., & Permasutha, M. B. (2025). Hubungan Tingkat Pendidikan Orang Tua Dengan Kejadian Stunting Pada Anak : Analisis Temuan Empiris Lima Tahun Terakhir. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(4), 15253–15268. https://doi.org/10.31004/jkt.v6i4.52814

Putri, S. S. I., Tirtayanti, S., & Pujiana, D. (2023). Hubungan Pemberian ASI Eksklusif Dan Mpasi Dengan Kejadian Stunting. MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan, 18(1), 7–13. https://doi.org/10.61902/motorik.v18i1.575

Saepudin, D. Y., Muksin, N. N., Nugraha, I., & Adimiharja, R. (2025). Implementasi Kebijakan Penurunan Stunting di Kota Sukabumi. PANDITA: Interdisciplinary Journal of Public Affairs, 8(1), 135–148. https://doi.org/10.61332/ijpa.v8i1.264

Simamora, D. N., Simbolon, O., Debataraja, F., & Simamora, M. F. (2025). Pengaruh Penyuluhan Tentang Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan Ibu Hamil terhadap Pengetahuan, Sikap dan Tindakan untuk Mencegah Stunting. Jurnal Abdi Kesehatan Dan Kedokteran, 4(2), 54–67. https://doi.org/10.55018/jakk.v4i2.84

Suherman, R., & Nurhaidah, N. (2020). Analisis Faktor Determinan Stunting di Desa Pesa Kecamatan Wawo Kabupaten Bima. Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia, 8(2), 120–126. https://doi.org/10.14710/jmki.8.2.2020.120-126

UNICEF, WHO, & World Bank Group. (2025). Levels and trends in child malnutrition: UNICEF/WHO/World Bank Group joint child malnutrition estimates: key findings of the 2025 edition. https://www.who.int/publications/i/item/9789240112308

Wahyudi, R. F. A. M. A. K. (2025). Hubungan Asupan Nutrisi Dengan Kejadian Stunting Pada Balita. Media Husada Journal Of Nursing Science, 6(2), 144–151. https://doi.org/10.33475/mhjns.v6i2.772

Wardanny, S., & Apriansyah, A. (2026). Strategi Dinas Kesehatan Dalam Menekan Penurunan Stunting Di Kabupaten Sumbawa (Stusi Kasus Kecamatan Moyo Utara Dan Kecamatan Sumbawa). Jurnal Ekonomi & Bisnis, 14(1), 104–113. https://doi.org/10.58406/jeb.v14i1.2345

WHO. (2023). Malnutrition in children. World Health Organization.

Yuningsih, Y., & Perbawati, D. (2022). Hubungan Jenis Kelamin terhadap Kejadian Stunting. Jurnal MID-Z (Midwivery Zigot) Jurnal Ilmiah Kebidanan, 5(1), 48–53. https://doi.org/10.56013/JURNALMIDZ.V5I1.1365

Downloads

Published

2026-10-30

How to Cite

Haryani, H., Wahyuni, A. S., Haryani, H., & Oktarina, T. (2026). Hubungan pemberian nutrisi dengan kejadian stunting pada balita. Jurnal Health Society, 15(2), 172–180. https://doi.org/10.62094/jhs.v15i2.816